Kunjungi Juga Klub Sastra Kami

SASTRA MEDUSA

Jumat, 16 Mei 2014

Manusia Yang Merugi Dan Beruntung

Manusia mempunyai dua sisi kehidupan: baik dan buruk. Dari dua sisi ini, manusia dapat terbagi ke dalam empat golongan.

Golongan pertama datang dari manusia yang mampu menampakkan sisi baiknya di hadapan manusia lain. Ia juga mampu menyembunyikan jati dirinya yang jauh lebih mulia di dalam dirinya.

Golongan kedua ialah manusia yang baik di hadapan kawan-kawannya, namun sebenarnya di dalam hatinya ia adalah manusia yang berkepribadian tercela.

Golongan ketiga adalah manusia yang terlihat buruk di mata saudara-saudaranya, namun sejatinyanya jauh di dalam hatinya ia memiliki hati yang amat mulia.

Golongan keempat adalah manusia yang buruk di luar, juga di dalam. Golongan manusia ini adalah golongan manusia yang merugi.

Ada suatu kisah dari Abdurrahman al-Jauzi, ulama besar penganut mazhab Hambali yang menguasai berbagai macam bidang ilmu dan telah menerbitkan banyak buku pada masanya. Kisahnya adalah sebagai berikut.

PANDORA BOX “MU” DAN “TUHAN”



PERINGATAN!
Apa yang ditulis pada paragraf selanjutnya bukanlah suatu ceramah. Tulisan ini sebatas kata-kata absurd dari seorang remaja yang bingung mencari rangkaian kalimat motivasi untuk dirinya sendiri. Ini hanya sindiran untuk diri sendiri.
Maka dari itu, apabila ada kata-kata yang kurang pantas dan kurang bisa dimengerti, mohon dimaafkan. Terima kasih, dan silahkan membaca.


...trust yourselves to fix your own mistery...
...but, for the rest, just give it to the God...

SPACE MAZE IN MATESHIP

PERINGATAN!

Apa yang ditulis pada paragraf selanjutnya bukanlah suatu ceramah. Tulisan ini sebatas kata-kata absurd dari seorang remaja yang bingung mencari rangkaian kalimat motivasi untuk dirinya sendiri. Ini hanya sindiran untuk diri sendiri.
Maka dari itu, apabila ada kata-kata yang kurang pantas dan kurang bisa dimengerti, mohon dimaafkan. Terima kasih, dan silahkan membaca.


di sini aku berperan sebagai kalian, dan kalian sebagai aku…
…kami, adalah aku dan kalian…
…dan kamu adalah kamu, subjek penilai…
…dan mereka, adalah mereka, yang tak memiliki relasi dengan semua ini…

Selasa, 31 Desember 2013

RESENSI - Buka Cakrawala Peninggalan Bangsa Lewat Sejarah Kerajaan Bangsa Indonesia

IDENTITAS BUKU
Judul        : Sejarah Nasional Indonesia Jilid II
Pengarang : Marwati Djoened Poespanegoro Nugroho Notosusanto
Penerbit   : Balai Pustaka
Kota         : Jakarta
Tahun       : 1998 (cetakan kedelapan)
Tebal        : 553 + xxiv
Ukuran      : 23 x 15.5 cm
No. ISBN    : 979–407–408-X

Sejarah adalah hal yang penting untuk dipelajari, mengingat ia merupakan suatu catatan peristiwa masa lampau yang menentukan keadaan masa kini. Mempelajari sejarah bangsa berarti mengungkap cerita tentang bangsa itu sendiri sehingga lebih menghargai bangsa sendiri. Hal ini juga dapat memperkaya wawasan dan dijadikan acuan atau referensi dalam kegiatan pembelajaran.

Salah satu sejarah bangsa Indonesia dapat dipelajari melalui kerajaan-kerajaan yang berdiri dan berjaya di masa lampau, sehingga membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini. Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid II karya Marwati Djoened Poesponegoro Nugroho Notosusanto dapat dijadikan sebagai salah satu sumbernya.

Rabu, 25 Desember 2013

Senyumku Di Desember (SIA)

Pada Desember ini,
Aku mengulum senyum
Mengahangatkan beku hati
Yang sejak lama tertidur
                Ini sudah waktunya, barangkali
                Membelai angin, dibelai asa
                Dengan satu tatapan pasti
                Dari mata coklat miliknya
Satu yang rapuh, menguat
Satu yang mustahil, terjadi
Karena aku telah menemukannya
Pada Desember ini
Saat aku mengulum senyum


Konsep Waktu Dan Ragam Manfaatnya Bagi Umat Manusia

oleh Shabrina Izzati Adliah

Hidup tidak pernah lepas dari sesuatu yang terus berjalan, bernama waktu. Entah ia diinginkan, entah tidak. Pula, entah ia dihargai, entah tidak. Waktu akan terus eksis hingga dunia ini berakhir, tanpa bisa diabaikan keberadaannya sama sekali. Waktu, terkesan begitu kompleks karenanya sehingga memiliki makna ganda, majemuk, atau bahkan ambigu.

Tapi, waktu itu sebenarnya apa?

Tentunya pertanyaan ini menggantung di benak banyak orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung.

(gambar: maramissetiawan.wordpress.com)

Senin, 23 Desember 2013

Merah Dan Hitam (SIA)

Kumenulis di atas kertas
Dengan tinta merah
Goresan pena ini terasa panas
Meski tanganku sedang lemah
                Kalau boleh, aku ingin menghitamkan
                Barisan kata bertinta itu
                Dalam kesunyian, dengan perlahan
                Sambil menikmati berlalunya waktu
Namun, kertasku yang putih
Tetap bertinta merah, pudar
Tak mampu kuberusaha lagi
Menghilangkan amarah ini, dari jiwaku yang memar

Tak mampu lagi

 
Copyright (c) 2010 open your eyes to this big world... . Design by WPThemes Expert

Blogger Templates and RegistryBooster .